04 September 2008

Kalimantan Tengah suku dayak ngaju


Gambar: Tarian Mandau

Kalimantan Tengah lekat dengan suku Dayak, suku asli kalimantan ini merupakan masyarakat terbesar yang mendiami Propinsi Kalimantan Tengah bersama dengan berbagai suku lain di Indonesia.

Suku Dayak terbagi atas beberapa sub etnis yang masing-masing memiliki satu kesatuan bahasa, adat istiadat dan budaya. Sub-sub etnis tersebut antara lain Suku Dayak Ngaju (termasuk Bakumpai dan Mendawai), Ot Danum, Ma'anyan, Lawangan, Siang dan lain-lain.
Masyarakat Dayak Kalimantan Tengah mempunyai sifat keterbukaan dan toleransi yang tinggi yang tercermin dalam falsafah Huma Betang. Huma Betang adalah rumah khas Kalteng, berupa rumah besar, dimana dalam satu rumah besar adat (Huma Betang) Dayak Kalimantan Tengah tersebut tinggal bersama-sama bebera pa keluarga dengan segala perbedaannya seperti status sosial, ekonomi maupun aga ma namun tetap hidup secara harmonis.

Sifat gotong royong dalam masyarakat suku Dayak masih tetap terpelihara terutama dalam gerak hidup bermasyarakat yang tercermin dari tradisi kerja Habaring Hurung, Handep dan Harubuh.Berbagai ragam dan jenis kesenian tradisional yang masih terpelihara dalam kehidupan masyarakat di
Kalimantan Tengah antara lain : Seni Tari, Seni Suara, Seni Rupa, Seni Ukir, dan Seni Anyam-anyaman. Seni Suara berupa lagu -lagu Daerah dikenal dengan istilah :
Karungut, Kandan, Parung, Karinci Seni anyaman yang memiliki beragam corak terus dikembang oleh masyarakat sebagai kerajinan rakyat.Kerajinan anyaman tersebut antara lain yang terbuat dari rotan, bambu, pandan dan purun. Disamping itu juga berkembang berbagai kerajinan etnik (tradisional) yang terbuat purun, getah nyatu serta bahan kayu. Seni ukir dapat disaksikan pada pembuatan benda-benda seperti Talawang (Peri- sai), bangunan Sandung, hulu dan sarung senjata khas Da-yak Mandau, patung (Sapundu) dan bangunan pada rumah rumah adat.

Disamping berbagai kerajinan Kalimantan Tengah juga kaya akan berbagai kegiatan upacara adat / ritual seperti Tiwah, Manyanggar, Mamapas Lewu (bersih desa), Mampakanan Sahur Parapah.Tiwah merupakan upacara ritual agama Kaharingan, yaitu mengantarkan arwah orang yang telah meninggal ke Lewu Tatau (sorga). Acara ini memakan waktu yang cukup lama sekitar satu bulan atau lebih.

::::kalimantanforchrist

Related Posts [Artikel Terkait]



posting by jideblack

Comments :

2 komentar to “Kalimantan Tengah suku dayak ngaju”

its quite similar to the Dayak ethnic in Sarawak...

april RD mengatakan...
on 

wow very nice posting,bro. Budaya Indo memang unik banget

BloGendeng mengatakan...
on 

Posting Komentar

 
| Info Teknologi | Music | Informatika | Blogger Tips | SEO Blogger Indonesia Counter Powered by  RedCounter

Info teknologi free download download mp3 info tips rach-man facebook tutorial free lyrik 3gp lokal avi forum no free sex haram sekolah smu gratis uang kaya optimasi video indonesia lokal gadis cantik murah musik new perawan search update teknik SEO Adsense blog indonesia jide palangkaraya komputer hardware jaringan bali virgin anti virus